- Diposting oleh : SMKN 4 JENEPONTO
- pada tanggal : Juni 25, 2025
Pembelajaran
berbasis Teaching Factory (TeFa) adalah suatu pendekatan pembelajaran bidang pendidikan
kejuruan yang diimplementasikan di SMKN 4 Jeneponto. Pembelajaran ini mengintegrasikan
proses pembelajaran dengan proses produksi sesuai standar industri didunia
industri. Tujuan pembelajaran Teaching Factory untuk meningkatkan kualitas
lulusan agar siap kerja, memberikan pengalaman nyata kepada siswa pada saat
pembelajaran disekolah, meningkatkan hubungan antara sekolah dan dunia industri,
menghasilkan produk/jasa yang dapat memiliki nilai jual serta memberikan
pendapatan tambahan bagi sekolah dan siswa.
Latar
belakang implementasi Pembelajaran berbasis teaching factory di sekolah kami di
kembangkan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi lulusan kejuruan yang
memiliki kompetensi belum sesuai dengan standar industri. Dampak dari
kesenjangan kompetensi tersebut mengakibatkan rendahnya angka serapan kerja
terhadap alumni lulusan sekolah kejuruan. Masalah tersebut menjadi dasar untuk
kami bisa melakukan perbaikan mutu pembelajaran disekolah dan evaluasi terhadap
pembelajaran yang dilaksanakan selama ini. Permasalahan angka serapan lulusan
ke dunia kerja dan industri tentunya disebabkan oleh berbagai permasalahan
internal yang ada disekolah. Dari permasalahan utama mengenai serapan kerja
dilakukan penguraian permasalahan yang ada disekolah. Berdasarkan analisa permasalahan
diketahui ada beberapa faktor penentu diantaranya standar kompetensi
pembelajaran yang dilakukan di jurusan masih belum sesuai dengan standar
kebutuhan yang ada diindustri, standar yang belum sesuai tersebut akhirnya
berdampak terhadap pengelolaan standar mutu pembelajaran produktif di jurusan
dan standar peralatan praktik yang rata-rata tertinggal teknologinya dibanding
indutri. Kesenjangan kompetensi dan peralatan tersebut akhirnya berdampat
terhadap kompetensi lulusan yang tidak sesuai dengan standar industri karena
proses pembelajaran yang dilaksanakan memang kurang efektif.
Berdasarkan
analiasa latar belakang masalah tersebut, tim internal yang ada di SMKN 4
Jeneponto melakukan evaluasi bersama untuk melakukan analisa untuk pengembangan
program untuk mengimplementasikan Teaching Factory. Tim Pengembangan terdiri
dari Tim Humas, Tim Kurikulum dan Tim Jurusan Produktif. Dalam rapat internal
yang dilakukan disusunlah rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan untuk
mencapai pelaksanaan pembelajaran berbasis Teaching Factory. Langkah program
tersebut nantinya diharapkan berdampak terhadap peningkatan mutu lulusan dan
peningkatan angka serapan kerja untuk Alumni. Program teaching factory tentunya
program yang bisa dituntaskan dalam hitungan hari, bahkan program ini menjadi
program jangka panjang yang mana ketercapaian tujuan harus didukung oleh
stakeholder. Program teaching factory di SMKN 4 Jeneponto sudah di rintis sejak
tahun 2021. Pada tahun 2025 teaching factory SMKN 4 Jeneponto sudah berjalan
dan berkerjasama dengan berbagai stakeholder baik dari dunia kerja dan dunia
industri.
Tahapan
pengembangan kegiatan teaching factory kami uraikan menjadi beberapa tahapan
kegiatan yang akhirnya bisa berdampak terhadap perbaikan kualitas pembelajaran
disekolah dan perbaikan mutu alumni jurusan yang ada di SMKN 4 Jeneponto.
Berikut ini tahapan implementasi yang dilaksanakan di SMKN 4 Jeneponto
1. Pelaksanaan MOU dan Kesepakatan bersama Mitra DUDIKA
2. Pelaksanaan
program penyelarasan kurikulum
3. Pelaksanaan
program pelatihan/magang Guru
4. Pelaksanaan
program Sertifikasi Kompetensi Guru
5. Pelaksanaan
program Guru Tamu untuk peserta didik
6. Pelaksanaan
program standarisasi fasilitas belajar berdasarkan standar industri dan bantuan
industri
7. Pelaksanaan
program Kelas Industri
8. Pelaksanaan
program sertifikasi kompetensi siswa
9. Pelaksanaan
program Produksi dan pelaksanaan Teaching Factory
10. Pelaksanaan
program Job Fair
